{[['
']]}
| Edisi : 29 Mei 2014 |
Pesan Gembala Sidang
|
Mengatasi Kesalahan
Shalom Saudara/Saudari,Lukas 15:11-24
Tidak ada seorang pun yang kebal dari kesalahan. Sepandai apapun seseorang, ia pasti melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, kita perlu bertanya tidak hanya “mengapa” tetapi juga “bagaimana” kita dapat mengatasi kesalahan atau kegagalan hidup kita.
Lukas 15 menceritakan tentang seorang anak yang melakukan kesalahan dalam hidupnya. Ia meminta harta dari ayahnya, menghamburkannya dengan hidup berfoya-foya, dan akhirnya menjadi melarat. Tetapi, kisah ini tidak berhenti di sini. Di dalam Tuhan selalu ada pengharapan. Bagaimana sikap anak yang bungsu ini dalam menghadapi kesalahannya?
Pertama, Lukas 15:17 mengatakan bahwa ia menyadari keadaannya. Kesandaran merupakan langkah positif pertama menuju kesembuhan! Banyak orang yang melakukan kesalahan yang sama berulang kali dan tidak pernah menyadari akan kesalahannya. Kita perlu berdoa yang meminta kepada Tuhan agar Dia mengaruniakan kepada kita hikmat untuk dapat peka dengan dosa sehingga kita cepat menyadari kesalahan kita.
Kedua, anak ini mengingat bahwa kasih bapanya lebih besar dari pada segala kesalahannya (Lukas 15:18). Kita perlu memegang prinsip hidup ini: Kasih Tuhan selalu lebih besar daripada segala kesalahan kita. Ini bukanlah alasan untuk melakukan dosa, melainkan suatu pengharapan. Tuhan tidak pernah menolah orang yang dating kepadaNya, berapa pun besar kesalahannya. Tuhan tidak pernah memutuskan hubungan-Nya dengan kita. Kitalah yang sering menolak dan meninggalkan Dia. Dia adalah Maha Pengasih dan Maha Pengampun.
Ketiga, anak ini bangkit dan pergi kepada bapanya (Lukas 15:20). Bila kita tidak bangkit dari kesalahan kita, maka pembaruan tidak akan pernah terjadi. Selama kita mau bangkit, kita tidak akan gagal. Kegagalan terjadi bila kita berhenti mencoba. Pelajari kesalahan kita dan apa yang membuat kita gagal, supaya hal tersebut tidak terulang lagi.
Kesimpulan Topik
Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. (Lukas 1:48-49)
| |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar